Mudahnya Membuat Laporan Keuangan Pribadi!

Mudahnya Membuat Laporan Keuangan Pribadi!

Dalam pengambilan suatu keputusan baik itu berupa keputusan pengelolaan operasional investasi, maupun pendanaan, perusahaan memerlukan suatu informasi yang menyeluruh terkait dengan kondisi perusahaan terkini yang bersifat valid. Perusahaan dapat dengan cepat dan jelas memperoleh informasi keuangan yang asalnya dari laporan keuangan. Di dalam laporan keuangan, perusahaan dapat melihat pendapatan perusahaan, jumlah aset, kewajiban dan modal, sampai dengan mengetahui arus kas, baik arus kas masuk maupun kas keluar. Lalu, apakah laporan keuangan hanya dibuat dan dibutuhkan oleh perusahaan atau badan usaha saja? Bagaimana jika kita pribadi, apakah kita memerlukan laporan keuangan?

Pada prinsipnya, sebuah laporan keuangan pribadi akan memuat sumber penghasilan berikut besarannya, aliran penghasilan sampai kepada pengeluran, pos pengeluaran rutin, alokasi kebutuhan untuk hari depan, dan hal lainnya yang berkaitan dengan dana pribadi. Dengan menyusun laporan keuangan pribadi, individu bisa mengecek kondisi finansial dengan mudah setiap saat. Begitu juga ketika melakukan evaluasi keuangan tahunan, individu bisa melihat dengan mudah bagaimana keuanganmu selama setahun, bagaimana pertumbuhan aset dan berapa tingkat kenaikan penghasilan.  Lalu, laporan keuangan apa yang bisa kita buat terlebih dulu?

Kita bisa memulainya dengan membuat Neraca (Balance Sheet). Neraca secara garis besar berisi tiga informasi penting, yaitu :

Pertama, informasi tentang kekayaan atau aset.

Kolom aset berada di bagian kiri neraca keuangan. Bagian tersebut terbagi setidaknya 3 bagian utama yaitu, aset likuid, aset investasi dan aset pribadi atau aset guna.

  • Aset Likuid adalah semua jenis aset atau harta kekayaan yang mudah dicairkan atau mudah digunakan. Misalnya, dana di rekening transaksi (rekening koran), dana di rekening tabungan bank, dana di rekening deposito, simpanan emas logam mulia, dan lain-lain-lain.
  • Aset investasi, adapun contoh jenis investasi adalah produk reksadana, investasi saham, obligasi ritel, ataupun property bila sudah ada, termasuk juga di dalamnya tabungan pensiun Jaminan Hari Tua (JHT), BPJS Ketenagakerjaan, ataupun dana pensiun.
  • ASet pribadi atau aset guna, adalah aset yang dimiliki saat ini dan sekaligus yang kita pakai saat ini, misalnya rumah yan ditinggali, mobil, sepeda motor, nilai perabotan rumah, gadget, dan aset guna lainnya. Walaupun sifatnya dicicil, tetap dapat dimasukkan ke dalam aset guna sesuai nilai akhir.

 

Kedua, buatlah kolom di sebelah kanan untuk kelompok kewajiban atau utang.

Masukkan semua utang. Bagi jenisnya menjadi utang jangka pendek (di bawah 1 tahun), utang jangka menengah (di bawah 3 tahun) dan utang jangka panjang (di atas 3 tahun). Mulai utang jangka pendek seperti dari utang kartu kredit, utang kredit tanpa agunan (KTA) bila ada. Utang jangka panjang seperti utang kredit mobil atau motor atau utang KPR apabila masih mencicil. Masukkan jenis dan nilai terakhir.

Berikut contoh pencatatan laporan keuangan pribadi sederhana:

Marco Tardodo
Laporan Neraca Keuangan
31 Desember 2019
ASET HUTANG DAN KEKAYAAN BERSIH
ASET LIKUID HUTANG JANGKA PENDEK
Tabungan          60.000.000 Kartu Kredit          50.000.000
Deposito          20.000.000 Pinjaman keluarga          50.000.000
SGD (dalam Rp)            2.100.000
Total Kas/Setara Kas          82.100.000 Total Hutang Jangka Pendek        100.000.000
ASET INVESTASI HUTANG JANGKA PANJANG
Reksadana Saham          10.500.000 Kredit Mobil          56.000.000
Emas Antam          90.000.000 Pinjaman KPR        900.000.000
Obligasi Ritel          10.000.000
Simpanan Pensiun (JHT)          40.000.000
BPJS Ketenagakerjaan          20.000.000
Aset Kemitraan Usaha        100.000.000
Total Aset Investasi        270.500.000 Total Utang Jangka Panjang        956.000.000
ASET PERSONAL TOTAL HUTANG    1.056.000.000
Rumah    1.300.000.000
Mobil        250.000.000 Nilai Kekayaan Bersih    1.381.600.000
Motor          15.000.000
Perhiasan          20.000.000
Interior Rumah        300.000.000
Elektronik        200.000.000
Total Aset Personal    2.085.000.000
TOTAL ASET    2.437.600.000 TOTAL HUTANG DAN KEKAYAAN BERSIH    2.437.600.000

 

Dengan adanya laporan neraca ini, kita dapat melihat berapa aset yang kita miliki, kewajiban yang perlu kita lunasi dan berapa nilai kekayaan bersih yang sudah kita peroleh. Ketika kita sudah melihat informasi keuangan inilah, kita bisa menganalisis kondisi keuangan kita apabila kita merencanakan sesuatu misalnya merencanakan membangun usaha, membeli aset lainnya secara cash atau kredit.

Ayuuuk, kita mulai mencatat pemasukan dan pengeluaran kita dengan rapi supaya kita dapat dengan mudah mengontrol penggunaan dana pribadi kita dengan cermat.

Say NO to “ Lebih Besar Pasak daripada Tiang! “ 😊😊

(FM)

REFERENSI

Gibson, C.H.. (2011). Financial Statement Analysis. 12. CENGA. ISBN: 978-0-538-74957-2.