7 Cara Memulai Karier Sebagai Sociopreneur

Sociopreneur adalah pelaku usaha yang menggerakkan bisnisnya berdasarkan isu-isu sosial dan berkontribusi dalam penanganan isu tersebut. Profit yang mereka capai bukan dalam bentuk materi, tapi nilai manfaat yang dapat mereka berikan untuk masyarakat. Jadi, pelaku usaha memiliki peran dalam pemberdayaan masyarakat sebagai misi utamanya dalam usaha. Intinya, sociopreneur dapat memberikan dampak baik untuk kehidupan masyarakat. Bagi kamu yang tertarik menjadi sociopreneur, simak tujuh cara memulai karir sebagai sociopreneur berikut ini!

  1. Kenali masalah di lingkungan sekitar dan dampak negatifnya

Cobalah lihat permasalahan yang ada di sekelilingmu. Mulai saja dari masalah kecil yang terjadi di sekitarmu saja. Setelah berhasil mengidentifikasi masalah, langkah selanjutnya adalah lakukan validasi terlebih dahulu. Dapatkan informasi mengenai permasalahan tersebut berdasarkan riset dari internet atau sumber tepercaya. Baru setelah itu kamu bisa menilai kerugian yang didapat, dampak sosial yang disebabkan, sampai berapa jumlah materi yang akan terpakai dari permasalahan tersebut.

  1. Tentukan target pasar

Cara memulai karier sebagai sociopreneur mencakup penentuan target pasar yang ingin dituju. Misalnya, mari ambil contoh perusahaan pembalut kain, Biyung Indonesia. Target pasarnya adalah perempuan yang menggunakan pembalut sekali pakai. Menurut Biyung Indonesia, pembalut sekali pakai berdampak buruk pada lingkungan dan boros secara ekonomi. Di sini kita dapat melihat bahwa target pasar sociopreneur tak hanya pada konsumen, tapi juga objek yang mendapatkan manfaat dari jasa atau produk usaha. 

  1. Ciptakan produk sebagai solusi dari permasalahan

Setelah mengetahui permasalahan dan target pasar, langkah selanjutnya adalah menciptakan produk sebagai solusi atas masalah. Masih mengambil contoh dari Biyung Indonesia yang permasalahannya berkaitan dengan pembalut sekali pakai, maka langkah selanjutnya adalah menciptakan pembalut yang bisa digunakan berkali-kali dengan bahan berkualitas. Pembalut kain reusable pun hadir menjadi solusi limbah lingkungan dari pembalut sekali pakai sekaligus penghematan dari sisi ekonomi para wanita yang memakainya.

  1. Buat model bisnis

Cara memulai karier sebagai sociopreneur tak lepas dari membuat model bisnis. Model bisnis sangat penting untuk menentukan ke mana bisnismu berjalan ke depannya. Seberapa besar jangkauan akan dampak yang kamu ciptakan? Apakah fokus usaha kamu sudah fokus pada satu komunitas secara spesifik atau kamu ingin memperluas jangkauannya? Nah, dari sini kamu bisa menentukan berapa dana yang kamu butuhkan untuk menjalankan misi juga mempertahankan bisnismu. 

  1. Fokus pada pemberdayaan masyarakat

Sudah mengetahui masalah hingga melakukan riset, kini sociopreneur harus mengetahui langkah apa yang akan mereka ambil. Memperhatikan kebutuhan masyarakat bisa meningkatkan potensi tercapainya tujuan dalam memberdayakan masyarakat. Contohnya seperti seorang sociopreneur bernama Du Anyam yang memiliki cara khusus dalam mempromosikan dan menghargai hasil kerja penganyam di daerah-daerah kecil di Indonesia.

Ia melihat masalah yang dihadapi pengrajinnya adalah kesulitan akses ditambah finansial dan fasilitas kesehatan yang masih minim. Dari permasalahan ini, kita melihat adanya peluang dari sisi promosi dan distribusi untuk produk anyamannya, baik untuk konsumen dari dalam atau luar negeri. Dengan ramainya pembeli, para pengrajin ini dapat menyejahterakan keluarganya.

  1. Rekrut tim dengan visi yang sama

Rekrut tim dengan visi yang sama adalah bagian penting dari cara memulai karier sebagai sociopreneur. Selama menjalankan bisnis, kelilingi diri dengan orang yang memiliki misi sama untuk menjaga semangat dan motivasi dalam keberlangsungan bisnis kamu. Bila kamu bekerja dengan orang yang memiliki visi sejalan, tentunya kamu bisa lebih mudah melangkah bersama dalam mencapai tujuan. Dijamin visi yang kuat dan tim yang kompak benar-benar akan mempermudah kamu menjalankan misi-misi yang sudah disepakati.

  1. Seimbangkan profit dan dampak bisnis

Kamu perlu menyeimbangkan antara profit dan dampak. Artinya, kamu harus bisa menjaga supaya bisnis bisa bertahan, namun tetap memberikan dampak dan solusi. Memang terdengar tidak mudah. Namun, perlu diingat fokus seorang sociopreneur adalah bisa mendapatkan profit sambil tetap memberikan dampak positif untuk lingkungan sekitar. Tak ada profit, bisnis kamu pun bisa terhambat. Di sisi lain, kalau terlalu fokus pada profit, kamu bisa kehilangan aspek sosialnya.

 

Tertarik belajar lebih lanjut tentang sociopreneur? Kamu bisa mempelajarinya lewat program Business Management dari BINUS ONLINE LEARNING. Menariknya lagi, kamu dapat mendalami materi seputar sociopreneur tanpa harus datang ke kelas karena pembelajaran dilakukan 100% online. Dengan sistem yang fleksibel, kamu pun jadi punya lebih banyak waktu untuk mempraktikkan cara memulai karier sebagai socioentrepreneur. Jangan lewatkan kesempatan belajar dengan BINUS ONLINE LEARNING, informasi lengkapnya bisa klik di sini!

Whatsapp