Mana Lebih Baik, Komunikasi Berlebihan Atau Miskomunikasi?

Komunikasi adalah saling mengirim dan menerima pesan atau informasi secara fleksibel antara dua pihak. Jika komunikasi tidak lancar atau tidak efektif, pesan atau informasi tersebut tidak akan sampai, bahkan bisa diterima secara salah. Inilah awal mula terjadinya miskomunikasi. Pesan tidak tersampaikan dengan baik sehingga menyebabkan masalah.

Pentingnya Komunikasi

Dalam kehidupan sehari-hari, tiap orang pasti selalu berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi dapat dilakukan secara verbal maupun nonverbal. Tujuannya untuk menyampaikan sesuatu, baik seperti keinginan, perintah, atau informasi. Harapan komunikator (pemberi pesan) adalah agar komunikan (penerima pesan) bisa memberi respons atas pesan tersebut.

Komunikasi verbal adalah komunikasi menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan. Komunikasi verbal juga bisa dilakukan secara online, misalnya dengan chatting di Whatsapp. Sementara itu, komunikasi nonverbal adalah berkomunikasi melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, dan kontak mata. Bentuk komunikasi ini agak sulit dilakukan secara online.

Penyebab Miskomunikasi

Miskomunikasi adalah kegagalan dalam proses berkomunikasi. Miskomunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman karena pesan atau informasi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik oleh komunikan. 

Salah satu faktor penyebabnya adalah karena komunikasi verbal yang tidak didukung oleh komunikasi nonverbal. Hal ini umumnya terjadi dalam percakapan yang dilakukan secara tertulis. Saat chatting, misalnya, kamu tidak dapat melihat ekspresi muka lawan bicara. Ekspresi muka dapat membantu menjelaskan pesan yang disampaikan.

Miskomunikasi juga dapat disebabkan oleh ketidakmampuan komunikator untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ini bisa terjadi jika komunikator tidak berlatih sesuai kaidah umum yang diterima oleh masyarakat. Ada pula komunikator yang berkomunikasi sesuai budaya atau kebiasaan yang ternyata berbeda dengan orang lain. Ini bisa menjadi sumber miskomunikasi.

Selain itu, miskomunikasi pun bisa terjadi karena komunikan tidak membuka diri. Ada tipe orang yang tidak fleksibel dan kurang open minded sehingga menangkap pesan atau informasi secara salah. Orang tersebut memahami sesuatu secara kaku dan terlebih dahulu berasumsi tanpa analisis lebih lanjut. Tak heran jika terjadi miskomunikasi antara komunikator dengan komunikan.

Komunikasi Berlebihan atau Miskomunikasi

Terjadinya miskomunikasi dalam suatu hubungan tentu tak mengenakkan. Karena itu, ada orang yang memilih untuk melakukan komunikasi berlebihan demi menghindari terjadinya risiko miskomunikasi. Artinya, komunikator akan menjelaskan pesan atau informasi secara lebih detail. Namun, apakah strategi ini baik untuk dilakukan?

Dibandingkan miskomunikasi, komunikasi berlebihan tentu lebih baik. Alasannya, pesan dapat disampaikan lebih jelas dengan menggunakan berbagai cara. Namun, perlu berhati-hati juga karena komunikasi berlebihan justru dapat memicu terjadinya miskomunikasi. Komunikan akan merasa dianggap remeh atau kurang bertanggung jawab.

Daripada komunikasi berlebihan, kamu bisa mencoba untuk berkomunikasi secara efektif. Ada berbagai tips yang mendukung komunikasi efektif, salah satunya mendengarkan dengan baik. Dengan mendengar, kedua pihak bisa saling berbagi informasi secara efektif.

Selain itu, jika terkait hal yang penting dan sensitif, sebisa mungkin lakukan komunikasi verbal yang disertai komunikasi nonverbal. Dengan demikian, penerima pesan akan lebih menerima pesan atau informasi yang disampaikan sesuai harapan pemberi pesan.

Komunikasi efektif juga berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pesan atau informasi secara jelas. Kamu sebagai komunikator harus belajar untuk berbicara dengan benar dan sopan, menghargai orang lain, memilih kata yang tepat, menggunakan nada suara yang tepat, dan sebagainya.

Jadi, jika diamati secara sekilas, komunikasi berlebihan dapat menjadi solusi untuk menghindari terjadinya miskomunikasi. Ini berguna dalam proses komunikasi yang cepat atau mendesak. Namun, alangkah baiknya melatih diri untuk memiliki kemampuan komunikasi efektif demi menghindari masalah.

Bagi kamu yang tidak ingin mengalami miskomunikasi dalam hubungan sosial dengan orang lain, mulailah dengan komunikasi meskipun berlebihan. Selanjutnya, tingkatkan kualitas komunikasi dengan menerapkan komunikasi efektif dan fleksibel. Selamat mencoba!

Whatsapp