Percepatan Revolusi Industri 4.0 Di Tengah Pandemi Dorong Inovasi Dan Kreativitas

Hadirnya pandemi Covid-19 telah melumpuhkan hampir semua sektor yang ada, tidak terkecuali sektor pendidikan. Di mana dengan adanya virus Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar masyarakat tidak berada di tengah kerumunan dan bagi pelajar untuk menjalankan pembelajarannya secara virtual dengan memanfaatkan teknologi.

Diketahui melalui pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018, pemerintah memiliki agenda besar nasional berupa Making Indonesia 4.0 untuk menuju 10 besar ekonomi di dunia tahun 2030. Di dalam Making Indonesia 4.0 inilah, masyarakat dituntut untuk melakukan pengmbangan di dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Revolusi 4.0 Dipercepat Dalam Masa Pandemi

Kehadiran pandemi yang menerapkan kebijakan untuk Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), telah memaksa setiap orang untuk menjalani aktivitasnya dari rumah saja dengan menggunakan teknologi seperti gadget.

Seperti halnya sistem pembelajaran yang diberlakukan tidak hanya bagi para mahasiswa saja yang sebagian besar sudah melek teknologi dan terbiasa untuk menggunakannya, tetapi juga diperuntukkan bagi anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA. Mau tidak mau para guru pun juga harus memfasilitasi pembelajaran ini dengan menyediakan ruang belajar virtual yang mudah dan nyaman bagi setiap pelajar.

Dengan demikian, meskipun tidak hadir di sekolah dan bertatap muka dengan guru untuk mendengarkan penjelasan materi secara langsung, proses belajar mengajar tetap dapat dilangsungkan meski hanya dari rumah saja.

Revolusi 4.0 Memacu Pengajar Dan Peserta Didik Lebih Kreatif Dan Inovatif

Percepatan revolusi 4.0 yang mendadak dikarenakan adanya virus Covid-19, secara tidak langsung hal ini mempengaruhi pada cara berpikir tenaga pendidik dan peserta didik agar lebih kreatif dan inovatif. Di mana pengajar harus berusaha untuk memilih aplikasi yang tepat untuk digunakan dalam menjalankan pembelajaran digital.

Tentunya pemilihan aplikasi haruslah disesuaikan dengan tingkatan pendidikan dan kemampuan para peserta didiknya. Seperti halnya mahasiswa, di mana mereka sudah lebih paham dengan teknologi, maka banyak dosen yang memanfaatkan aplikasi Zoom sebagai media bertemu dan belajar virtual.

Selain itu, dosen dituntut kreatif dan inovatif dalam menciptakan pembelajaran yang dikolaborasikan dengan teknologi. Begitu juga dengan para mahasiswa yang biasanya mengikuti perkuliahan secara tatap muka, kini harus terbiasa dengan pertemuan virtual.

Mahasiswa juga harus berusaha untuk bisa menyajikan tugas-tugas yang diberikan dosen dengan lebih kreatif dengan penggunaan teknologi. Sehingga nantinya yang diharapkan adalah pemanfaatan teknologi ini bisa menunjang proses belajar dan mengajar yang lebih baik.

Meski di awal kedatangan virus Covid-19 menimbulkan permasalahan terutama di dalam perubahan sistem pendidikan yang dominan menggunakan teknologi. Namun seiring berjalannya waktu, antara tenaga pengajar dan pelajar semakin beradaptasi dan terus menjalankannya. Sehingga percepatan revolusi 4.0 ini tahap demi tahap mulai dibiasakan. Hal ini mampu mendukung pola belajar dan pola berpikir serta untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas para pelajar.

Whatsapp